Anak adalah harta kita yang berharga, apapun akan kita lakukan agar anak kita dapat memperoleh yang terbaik. Kesehatan terbaik, pendidikan terbaik, hidup yang terbaik. Apalagi masalah pendidikan, di zaman yang serba kompetitif ini, tentunya kita menginginkan agar anak kita mendapatkan pendidikan yang terbaik, agar mereka dapat bersaing.
Tidak bisa dipungkiri lagi, walaupun banyak sekolah yang bagus-bagus di Indonesia, akan tetapi banyak dari kita yang tetap menginginkan agar buah hati kita dapat bersekolah di luar negeri. Budaya yang berbeda, penguasaan bahasa asing, mutu sekolah, serta pergaulan international, membuat sekolah di luar negeri tetap menjadi pilihan.
Akan tetapi biaya yang mahal seringkali menjadi kendala. Hal ini sebenarnya tidak menjadi masalah kalau kita sudah mulai menabung dari awal. Tetapi timbul lagi pertanyaan di benak kita, Agar kita bisa menyekolahkan anak diluar negeri berapa jumlah yang harus ditabung tiap bulannya, berapa lama kita harus menabung, kemudian yang paling penting adalah kedalam instrumen keuangan apakah kita harus menabung.
Selain itu di luar sana banyak tersedia asuransi pendidikan, Asuransi pendidikan anak memang menjanjikan ”keamanan” dalam arti jumlah yang dibayarkan pasti, akan tetapi kadang jumlah nilai yang yang harus dibayarkan kepada kita ketika polis sudah mature tidak sesuai dengan biaya sekolah anak. Jadi selain asuransi pendidikan, instrumen keuangan apalagi yang bisa kita pakai.
Ternyata selain asuransi pendidikan, kita bisa menabung sendiri ke dalam reksa dana atau unit trust yang tersedia di pasaran. Selain itu bila kita memang ingin menyekolahkan anak di luar negeri maka akan lebih baik bila kita menabung dalam mata uang asing, hal ini berguna untuk mencegah fluktuasi nilai kurs mata uang asing.
Kemudian timbul lagi pertanyaan, unit trust atau reksa dana apakah yang cocok dengan kondisi kita?
Kebanyakan dari kita tidak mempunyai pengetahuan yang memadai akan masalah perencana keuangan ini. Akan tetapi jangan kuatir, anda bisa menghubungi Perencana Keuangan yang berpengalaman.
Biasanya seorang Financial Planner yang profesional mengajak anda untuk menempuh beberapa langkah berikut agar dicapai solusi yang tepat.
Yang pertama, adalah Establish Goals, Objectives, and Concern. Anda harus menetapkan tujuan keuangan, dalam hal ini kemana anak anda akan disekolahkan, negara mana yang dituju dan lebih bagus lagi anda sudah menetapkan universitas mana yang anda inginkan untuk anak. Beberapa Institusi Perencana Keuangan biasanya sudah mempunyai data univesitas-universitas ternama diluar negeri, lengkap dengan biaya sekolah, living cost dan kenaikan uang sekolah yang disesuaikan dengan inflasi. Jadi anda tinggal menetapkan tujuan sekolah, nanti akan dibantu dengan data keuangannya.
Yang kedua, adalah Information Gathering. Pada tahap ini data keuangan anda akan dikumpulkan untuk dianalisa. Data ini mencakup income, expense, asset yang anda punya, hutang yang anda miliki, dan sebagainya. Data keuangan ini berguna agar Perencana Keuangan dapat memperoleh informasi yang relevan dengan tujuan anda sambil melihat dan mengatasi potensial problem dalam kondisi keuangan anda. Misalnya setelah ditetapkan tujuan keuangan anda yaitu menyekolahkan anak di Boston University, akan dilihat kondisi keuangan anda secara keseluruhan, apakah anda mempunyai kemampuan menabung setiap bulannya, apakah anda harus membereskan hutang-hutang jangka pendek anda dulu sebelum menabung, apakah anda mempunyai asset-asset yang sebenarnya tidak produktif, dan lain sebagainya. Semua data keuangan ini berguna agar Financial Planner mendapat gambaran utuh mengenai kondisi keuangan anda.
Yang ketiga, adalah Analysing. Di tahap ini, data keuangan anda yang sekarang akan dianalisa oleh Perencana Keuangan untuk menentukan apakah dengan kondisi yang sekarang, anda dapat mencapai tujuan keuangan anda. Kami juga akan membantu untuk mencapai tujuan keuangan tersebut berdasarkan kondisi keuangan anda. Jadi misalnya setelah data dikumpulkan, terlihat bahwa anda sebenarnya mempunyai kemampuan menabung yang tinggi setiap bulan, tetapi dari analisa juga terlihat bahwa anda mempunyai kebiasaan belanja barang-barang yang konsumtif. Maka langkah pertama yang dilakukan tentunya mendisiplinkan budaya hemat. Setelah itu dapat terlaksana, baru setiap bulannya diatur agar anda dapat menabung di dalam instrumen keuangan yang tepat
Yang keempat dan yang kelima adalah Developing a Plan dan Implementation. Setelah data selesai dianalisa, tujuan keuangan sudah ditentukan, dan permasalahan sudah ditemukan, Perencana Keuangan akan membuatkan sebuah Plan untuk membantu anda mencapai tujuan-tujuan keuangan anda. Plan ini bentuknya seperti buku petunjuk yang komprehensif yang akan meng”guide” anda mencapai sasaran keuangan yang anda inginkan. Pada tahap ini akan dieksplorasi semua kemungkinan cara sebelum akhirnya Perencana Keuangan memberikan pilihan opsi yang terbaik. Pilihan ini haruslah cost effective, mudah dan flexible.
Pada saat tahap implementation, Perencana Keuangan yang proffesional akan menuntun anda untuk memastikan klien mengambil langkah yang tepat sesuai dengan Plan yang sudah ditulis. Jadi misalnya pada Plan tertulis bahwa and harus mempunyai Dana Darurat sebelum anda memulai investasi, maka kami akan membantu anda dalam menset-up dana darurat tersebut, sampai anda akhirnya berhasil menabung secara rutin untuk mencapai tujuan keuangan anda.
Tahap terakhir adalah Periodic Evaluation. Pada tahap ini dievaluasi apakah selama ini langkah-langkah anda sudah tepat dalam menerapkan planning keuangan yang telah ditentukan sebelumnya.
Questions:
Mana yang lebih cocok dipakai sebagai tabungan pendidikan anak, asuransi pendidikan atau investasi di unit trust/reksa dana?
Tergantung dari karakteristik orang itu masing-masing, yang perlu saya tekankan adalah setiap orang perlu mengetahui dengan jelas apa saja instrumen keuangan yang tersedia dipasar, mengenal karakteristik intrumen tersebut, tahu resiko yang harus ditanggung bila seseorang memilih instrumen keuangan tersebut, serta yang tidak kalah pentingnya juga mengenal karakteristik dari risk profile diri sendiri. Bila ternyata setelah dianalisa orang tersebut mempunyai karakteristik risiko yang konservatif, tidak dianjurkan untuk saving di unit trust atau reksa dana yang mayoritasnya terdiri dari 80% saham, mungkin yang lebih cocok bagi orang tersebut adalah menabung di asuransi pendidikan karena adanya faktor kepastian disitu. Akan tetapi bila ternyata orang tersebut mempunyai karakteristik resiko agresif, biasanya orang tersebut tidak cukup puas dengan hasil dari asuransi yang mungkin bagi orang tersebut terlalu kecil, dia lebih cocok untuk menabung di equity unit trust yang returnnya dalam jangka panjang bisa mengalahkan inflasi.
Tadi disebutkan bahwa seseorang harus mengenal karakteristik resiko sendiri, nah bagaimana cara yang tepat untuk mengetahui termasuk dalam golongan karakter apakah kita ini?
Biasanya Para Perencana Keuangan memberikan seperangkat questioner yang harus investor isi. Biasanya pengisian Questioner ini dilakukan pada tahap kedua yaitu tahap ”Information Gathering”. Jadi disini selain data-data keuangan kita seperti jumlah asset, liabilities, income dan expense perbulan dikumpulkan oleh Perencana Keuangan. Karakteristik resiko kita juga akan digali melalui questioner ini. Biasanya Questioner yang baik, selain bisa menggali apakah sebenarnya karakteristik resiko dari klien, questioner ini juga bisa memberikan pemahaman kepada klien bahwa” there is a risk in every investment that we choose” , ”There is no free lunch”, cara yang terbaik adalah menyesuaikan ketahanan klien terhadap resiko yang akan ditanggungnya. Dari sini juga Perncana Keuangan bisa memberikan pemahaman kepada klien bahwa tidak ada investasi yang memberikan return yang sebesar-besarnya dengan resiko yang zero.
Bagaimanakah menentukan seorang Financial Planner yang qualified dan tepat untuk kita?
pertama, Lihat sertifikasinya. Biasanya seorang financial planer yang bagus harus disertai sertifikasi internasional, seperti AFP, DiplFP, atau ChFC.Jadi bukan hanya bergelar sarjana saja, sebab untuk menjadi seorang Financial planner ada ilmu khususnya.
kedua, kalau si Financial Planner itu terkait dengan salah satu institusi keuangan tertentu, seperti asuransi atau bank..itu mah namanya ujung2nya jualan produk, karena seorang financial planner yg baik adalah yg independen, jadi tidak terkait dengan institusi keuangan manapun
Apakah dengan memakai seorang Perencana Keuangan dipastikan seseorang akan berhasil mencapai tujuan keuangannya?
ada 2 hal yang menunjang keberhasilan seseorang dalam meraih Financial Freedom:1 Planning yg bagus yg dibuat oleh seorang financial planner. 2. Kedisiplinan klien sendiri dalam melaksanakan plannernya
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment